Kilas Pandang

Pesantren merupakan lembaga pendidikan islam yang tertua yang bersifat tradisional yang dibangun oleh para ulama-ulama atau para wali terdahulu yang berfungsi sebagai benteng pertahanan umat islam. Ponpes memiliki keunikan-keunikan tersendiri yang didalamnya diajarkan ilmu-ilmu agama yang mana bersumber dari literatur-literatur yang dikarang oleh ulama’ salaf, literatur ini populer dengan sebutan “ Kitab Kuning” yang membahas seputar tauhid, fiqih dan akhlaq. Agar santri terbiasa hidup sederhana, mampu untuk bersosialisasi, menjunjung moral dan nilai-nilai spiritual.
Pesantren bukanlah merupakan wahana untuk sekedar mengejar kepentingan dunia, akan tetapi belajar karena mencari ridho ilahi, didalam ponpes “ARIS” terdapat berbagai macam kegiatan yang bersifat sosial yang bisa menghilangkan kejenuhan diantarnya :
1.    RO’AN
Ro’an merupakan nama yang paling ngetren di dunia pesantren yang mempunyai arti kerja bakti atau kerja bareng. ARIS juga mempunyai warna tersendiri dan adanya ro’an yang dinilai mampu membawa santri pada sifat sosial kebersamaan serta cinta lingkungan kebersihan, semuanya terlihat dari fenomena-fenomena yang indah dari para santri ARIS. Ketika membersihkan kamar mandi serta selokan yang tentu semuanya terkenang didalam hati sebagaimana dawuh nabi “ Annadzofatu minal iman “ istilah ro’an sendiri dibagi 2 :
1.     Ro’an harian yang berarti bersih-bersih tiap hari pagi dan sore / kemit.
2.    Ro’an Mingguan ( Setiap hari jum’at ) disebut juga ro’an kubro,karena melibatkan seluruh santri dan dikoordinir oleh sie kebersihan.
2    PERINGATAN HARI BESAR ISLAM.
Dikalangan santri ARIS kata PHBI memang sudah tidak asing lagi, diponpes ARIS dalam memperingati hari besar islam memang sangat terlihat fantastik tidak kalah menarik dengan cara heboh dikalangan luar. Diantara perayaan yang terlaksana adalah :
A.  Hari Raya Iedzul Adha.
Allahu akbar….Allahu akbar….Allahu akbar….hari yang menyenangkan bersejarah bagi umat muslim, karena besarnya nilai sejarahnya umat islam diseluruh dunia ikut berpartisipasi dalam merayakannya dengan mengumandangkan takbir tak kalah saing dikalangan santri pun mengumandangkan takbir baik dikamar, complek maupun keliling kota menelusuri kota kaliwungu dengan membawa lili obor, blek, botol, sehingga keadaan menjadi ramai  dengan alunan musik ala ARIS, menjelang siang hewan qurban telah mendekati detik-detik kebahagiaan, disaksikan semua santri sebagaimana kisah Nabi Ismail AS yang mana daging qurban sebagai mayoran besar-besaran bagi santri ARIS.

B. Tahun Baru Hijriyah.
Tahun baru hijriyah berawal dari berpindahnya Nabi yang kedua dari makkah menuju madinah, 1 muharram merupakan hari besar umat islam yang biasa diperingati di seluruh pelosok untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita pada Allah SWT. Santri ARISpun berlomba-lomba menuju kebaikan dengan mengadakan istighosah bersama, yang dipimpin langsung oleh Bp. KH. Fauzi Shodaqoh. Berlangsung aktifitas dipagi harinya diadakan kajian ilmiyah (Seminar ) dengan mendatangkan banyak tutor yang ahli dalam bidangnya masing-masing seperti kesehatan, psikologi, jurnalistik, aswaja, qiro’ati dll. dan harapan para santri bisa menghadapi realita kehidupan dan mampu untuk menyelesaikannya, baik masalah keagamaanmaupun sosial sehingga mencetak santri yang bernilai tinggi dimata Allah dan manusia Amin.

C. Tanggal10 Muharram.
Tanggal 10 Muharram biasa disebut dengan hari Asyuro yang merupakan hari yang sangat bersejarah bagi kaum muslim bukan hanya satu atau dua sejarah namun puluhan peristiwa yang sangat mengagumkan seperti : pernikahan-nya Nabi Muhammad dengan Dewi Khodijah, diciptakannya langit dan bumi, diselamatkannya Nabi Nuh dari perahu yang mana pada akhir Nabi Nuh bersyukur dengan cara mengumpulkan bahan-bahan makanan kemudian dijadikan bubur, mengingat peristiwa diatas santri arispun berlomba-lomba membuat bubur Asyuro untuk dishodaqohkan dan di sore harinya sebagai rasa sosial , santri aris mengadakan santunan anak yatim dan baksos pada masyarakat sekitar untuk melatin kepedulian santri diadalam hidup bermasyarakat.
D.    Rabu Pungkasan.
Adalah hari Rabu akhirnya bulan shofar merupakan hari yang mana Allah menurunkan bala’ sebanyak 3200, untuk menolak bala’ sebagian santri ARIS melakukan rutinitas dengan menjalankan sholat tolak bala’, minum air rajah dsb. Di pagi harinya diadakan marhaban sebagai adat kota kaliwungu, selesai sudah santri ARISpun mengadakan daiyah yang dipimpin langsung oleh segenap kelas VI.

E.  Maulid Nabi Saw.
Udah tak asing lagi kata maulid nabi yakni hari kelahiran nabi teragung, termulia yaitu Nabi Muhammad SAW bertepatan tanggal 12 Robiul Awal, kita memperingati dengan memperbanyak baca sholawat dimalam harinya marhabanan mulai dari tanggal 1 sampai 12 yang diakhiri silaturrahim kepada para masyayikh Ustadz juga pada masyarakat sekitar disambung dengan acara wewehan disore hari ( Saling memberi/ tukar jajan ) juga yakariman ( memberi kemulyaan pada orang-orang yang  mau bersilaturrahim ) dimalam hari, demikianlah adat yang hanya ada dikota kaliwungu, dan tak akan terlupakan marhaban massal bersama masyarakat kaliwungu dimasjid besar Al Muttaqin Kaliwungu.

F.    Isro’ Mi’roj.
Merupakan perjalanan Nabi yang mana santri ARIS lebih mengetahuinya secara mendatail, tak ada satupun yang mempercayainya kecuali hanya Abu Bakar Asshidiq dizaman itu, bertepatan tanggal 27 Rajab Nabi mendapatkan perintah menjalankan sholat 5 waktu, sebagai kepercayaan kita yang tinggi, mensyukuri terjadinya peristiwa yang aneh namun nyata dengan berbagai aktifitas seperti bershodaqoh, marhabanan yang biasa dilakukan dipagi hari oleh santri aris disambung dengan mauidzoh khasanah ( Petuah-petuah ) yang disampaikan ulama’ sekitar kaliwungu, kemudian dilanjutkan action kelas VI dalam memperagakan sedikit yang ada pada kisah ini dengan harapan semoga kita dapat menjalankan apa yang telah diperintahkannya dengan khusu’ dan mempertebal kepercayaan kita pada yang esa.
G.    Nuzulul Qur’an.
Telah tiba saatnya hari diturunkannya Al Qur’an yakni 17 Ramadhan, setelah melakukan aktifitas ramadhan mulai tanggal 1 sampai akhir ini yang diakhiri dengan tasyakuran, acara ini dihadiri oleh santri mukim dan santri kilat ( pendatang ) dengan mempersilahkan pada para masyayikh untuk memberikan petuah-petuah bijak yang mana acara ini diserukan dengan kreasi santri mukim dan mempersilahkan pada santri kilat untuk memberi kesan, pesan, kritik dan saran guna untuk mengembangkan pondok pesantren Aris agar lebih berpotensi dan ini merupakan pengalaman tersendiri bagi mereka yangmerasakan.

3. HAFLAH AKHIRUS SANAH.
Mayoran besar-besaran merupakan perwujudan rasa tasyakuran kita kepada Allah SWT yang telah memberi taufiq serta hidayah-Nya sehingga santri ARIS bisa menyelesaikan aktifitas-aktifitas dengan  lancar selama satu tahun sebelum acara Haflah tiba di Ponpes Putri Aris selalu mengadakan acara musabqoh yang bertujuan untuk mengacu semangat belajar dan mengembangkan kreasi santri dengan diadakan berbagai lomba yang mencakup madrasah pondok dan jam’iyah begitu besar bahagianya hati kita mendekati detik-detik kepulangan, namun tak hanya rasa bahagia, sedih pula ikut andil ketika kata perpisahan didepan mata, rasa nano-nano hati kita bahagia campur kesedihan menjadi tak karuan menunggu panggilan tak datang-datang akhirnya pulang sendirian.

A.    PORSENI
Menjelang akhirussanah Panitia Haflah mengadakan acara rutinitas yakni porseni sebgai wujud dari keikut sertaan pesantren dalam memelihara kebudayaan, jangan sebagai pembuka dari beberapa perlombaan yang diadakan oleh pondok maupun MMS yang diresmikan dengan pemotongan pita oleh Rois madrasah disertai Putri ARIS yang sebelumnya sudah diseleksi dan pesertanya diambil 1 anak perwakilan komplek yang memenuhi kriteria yang ditentukan. Perlombaan tersebut meliputi :
a. Perlombaan Pondok
– Lomba Sholawat
– Lomba berjanzi
– Lomba tahlil
– Lomba kebersihan Pondok
-Lomba kebersihan complek
– Lomba tilawah qur’an
– Lomba jam’iyah
b. Musabaqoh MMS.
– Musabaqoh Qiroatul Kutub
– Musabaqoh Muhafadoh
-Musabaqoh Cerkas ( Cerdas cermat )
B.    PAWAI TA’ARUF
Pesantren sebgai bagian dari realitas masyarakat oleh karena itu sehari sebelum imtihan beraneka ragam acara santri untuk memperkenalkan diri pada masyarakat salah satunya dengan pawai ta’aruf yang diikuti oleh murid-murid MDAQ/TPQ “ Mustaabanul Khoirot “ dan santri-santri ARIS Marching Band ARIS pun ikut memeriahkan karnaval tersebut, bunga-bunga manggar dan penyebaran bunga mawar hasil karya santri aris yang berindentitas ponpes aris selalu jadi adat untuk memberikan kasih pada masyarakat.
Semua berkumpul didepan madrasah dan acara dibuka oleh Bp. KH. Masduqi Abdul Hamid dan diiringi do’a oleh bapak KH. Fauzi Shodaqoh, agar pemberangkatan dimulai lancar dengan baca’an basmalah dan diiringi dengan tabuhan rebana Marching Band pun ikut dibunyikan, sorak-sorai begitu sangat meriah disore hari hingga jalan raya macet, mobil-mobil berhenti menyaksikan kreatifitas santri-santri aris  mulai dari perjuangan khulafaurrosyidin sampai Dufan ( Dunia Fantasi ).
C.     DONOR DARAH.
Ketika tanggal 10 muarram dan menjelang akhirussanah terliaht desakan santri mengantri “ Donor Darah “ seperti itu selogan yang tergantung didepan madrasah yang mana dilakukan setiap 2 x dalam setahun, suatu kegaitan biasa namun dapat menyelamatkan berjuta jiwa dalam hal ini ditangani langsung dari PMI cabang kendal.
D.    BHAKTI SOSIAL.
Pesantren adalah salah satu lembaga dalam masyarakat untuk melayani berbagai kebutuhan masyarakat dan dituntut tidak hanya sekedar mengurusi masalah internal kepesantrenan tetapi pesantren dituntut pula untuk mulai masuk pada wilayah sosial kemasyarakatan dengan menerjunkan diri secara praktis dalam kehidupan masyarakat dengan diadakan bhakti sosial pada masyarakat disekitar pesantren dan masyarakat yang membutuhkan.
E.    PENTAS SENI.
Pentas seni dan budaya yang tak kalah serunya dengan “Mama mia” yang dimeriahkan oleh santri ARIS dari masing-masing kelas yang sudah diseleksi dan diaudisi terlebih dahulu sehingga bisa menampilkan sebuah kreasi yang bisa membuat penasaran para penonton sehingga tertarik untuk menyaksikan seberapakah mental santri ARIS didepan santri banyak ? Sekalian penyerahan hadiah dan penghargaan bagi siswi-siswi yang berprestasi dan kompleks / Jam’iyah yang mendapatkan juara untuk panggung sengaja ditempatkan didepan MMS ARIS.
F.    IMTIHAN.
Imtihan dengan kata lain ujian dimeriahkan dengan pengetesan-pengetesan para sang juara I dalam perlombaan antara lain Qiro’atul Kutub dan Muhafadhoh yang pesertanya diikuti oleh siswi MMS mulai dari kelas 1-6 dan dihadiri oleh walisantri dan tamu undangan mereka semua dipersilahkan untuk menguji kebolehan santri-santri ARIS dengan pertanyaan yang berdasarkan kitab kunig selama dikajinya.
G.    WISUDA.
Tanpa terasa waktu demikian cepat berlalu laksana anak panah terlepas dari busurnya, matahari yang terbit lalu tenggelam, bulan yang muncul kemudian menghilang, sang angan kian melayang hingga tak mampu tuk mengucap ulang.
Perjuangan yang telah lama berperang berkelut manjadi satu dengan tangisan bahkan gurauan, tibalah waktunya bagi purna siswi kelas VI tuk merenungi dan meratapi arti adri segalanya, tepat tanggal 10 sya’ban 1429 H terbesit dari hati kami kegembiraan keharuan bahkan kesedihan yang mendalam, ketika kami menerima ijazah dari ibu Nyai Hj. Khoiriyah sebagai tanda kelulusan kami sebagai siswi kelas VI MMS, serta kami diberi tausiah oleh Romo KH. Hafidzin Ahmad Dum sebagai tetes penyejuk hati tuk menuju impian sejati. Hanya puji syukur dan hamdalah yang mampu menghiasi ucapan siswi kelas VI MMS, walaupun puncak akhir telah kami lewati tapi masih banyak terjangan yang harus kami lalui. Bagi kami ….momentum perasaan yang dapat kami lukiskan dan tiada kata yang patut kami ungkapan selain syukron katsiron kepada masyayikh, segenap asatidz and asatidzah yang sudah memberikan kami banyak ilmu pengetahuan dan sebuah keikhlasan yang dapat membimbing kami tuk memahami sebuah pengetahuan tiada yang kami harapkan. Hanya ridho para kyai dan ridho illahi robby yang mampu membuat kami tuk mengamalkan ilmu pengetahuan fiddunnya wal akhirat

%d bloggers like this: